Minority

Selamat Datang di Blog yang Sederhana ini.

Senin, 06 Februari 2012

Enigma's Syndrome



Diatas merupakan Leopard Gecko Enigma. Enigma merupakan morph dominan. Ketika mengklasifikasikan Enigma, ada beberapa sifat umum yang dimiliki oleh Leoprad Gecko Enigma. Motif pada Leopard Gecko Enigma cenderung berbercak daripada banded dan ekor Enigma hampir semua berwarna putih, dan pada saat tumbuh dewasa mulai muncul bercak dan kadang-kadang berubah menjadi Speckles.

Genetik pada Leopard Gecko Enigma sangat menarik, sampai sekarang belum ada versi Homozigot Enigma hingga saat ini sifat gen Enigma disebut sebagai sifat dominan.

Sejak pertama ditemukan, Leopard Gecko menjadi bahan bicaraan terkait gejala genetika atau neurologis mereka atau bisa disebut sebagai Enigma Syndrome.

Beberapa gejala yang sering muncul pada Enigma yaitu:
- Enigma sering berputar-putar membentuk lingkaran
- Selalu melihat keatas (Sensivitas akan cahaya)
- Kecenderungan mudah stress
- dan Sulit makan (Mangsanya)

Minggu, 05 Februari 2012

Candoia Carinata (Mono Pohon)


Candoia Carinata, dikenal di Indonesia dengan nama Mono Pohon, dan dengan nama umum Papuan Tree Boa (English). Ular ini merupakan ular endemik Indonesia yang berasal dari Papua. Ular Mono Pohon ini sangat jinak, namun pada umumnya semua binatang mempunyai naluri untuk melindungi diri. Kalau pun tergigit ular Mono Pohon ini hanya dirasakan kagetnya saja. Bagi pemula yang ingin memelihara ular sebagai penyalur hobi dapat memeihara ular ini, karena ular Mono Pohon jarang sekali berlaku agresif seperti ular lain misal Kobra dan Viper. Dan ular ini tidak berbisa, gigitan Mono Pohon juga tidak berdampak pada klinis tubuh manusia secara fatal, karena Mono Pohon bukan ular berbisa.

Pada umumnya makanan ular Mono Pohon adalah Cicak, Katak, Pinkies (anak Tikus yang masih merah), bahkan juga Tikus yang berukuran kecil. Ular ini juga aktif pada malam hari (nokturnal), jadi suasana kandang jangan terlalu terang, dan jangan terlalu berisik, serta jangan sering dipegang (bisa berakibat stress) nanti malah tidak mau makan.

Ular Mono Pohon biasanya dibuat gelang oleh suku pedalaman di Papua, karena ular ini suka berada pada ranting-ranting pepohonan (maka dari itu disebut sebagai Mono Pohon). Jika dipelihara cukup sediakan ranting sebagai tempat si ular "bergelantungan" dalam kandangnya, dan juga berikan persediaan air yang cukup, serta beri makan yang teratur.

Karena ular Mono Pohon masuk dalam jenis Boa yang jelas berbeda dengan jenis Python yang pada umumnya bertelur. Ular Mono Pohon masuk dalam jenis Boa yang biasanya ular jenis Boa dapat beranak, dan ular Mono Pohon biasanya beranak hingga 10 ekor.

Anda berminat memeliharanya sebagai hobi atau bisnis reptil untuk tambahan isi kantong Anda..?
Itu semua tergantung pada pilihan Anda.:)

Sekian ulasan info dari saya.

Wassalam..:)

Sabtu, 28 Januari 2012

Jenis-jenis Morph Pada Leopard Gecko

Albino

Ada jenis Albino yang dikenal pada Leopard Gecko yang mana satu dengan yang lainnya berbeda. Pada umumnya yang dimaksud dengan Albino adalah jika Leopard Gecko tersebut sangat kurang atau bahkan tidak memiliki pigmen berwarna hitam pada tubuhnya. Dan warna mata merah/merah muda merupakan bukan persyaratan mutlak pada Leopard Gecko yang masuk dalam kategori Albino, dan semua tiga strain albino pada Leopard Gecko adalah sifat resesif sederhana.


Tremper Albino




Tremper Albino biasanya memiliki ciri pada matanya berwarna merah muda kecokelatan, serta warna cokelat terdapat pada spot markingnya.
Tremper Albino merupakan strain pertama Leopard Gecko yang ditemukan, dan jenis yang paling umum pada Leopard Gecko Albino.Beberapa jenis Tremper Albino juga ada yang memiliki warna merah muda, namun biasanya lambat laun memudar menjadi warna cokelat keperak-perakan terutama bila terkena cahaya.

Rainwater Albino


Rainwater Albino juga dikenal denga nama "Las Vegas Albinos", jenis Rainwater Albino memiliki warna mata gelap daripada jenis Albino pada Leopard Gecko lainnya.


Bell Albino




Bell Albino terkenal dengan warna matanya yang berwarna merah muda terlihat sejak lahir hingga tumbuh dewasa, serta memiliki marking spot berwarna cokelat/lavender yang lebih jelas yang lebih banyak dibanding jenis albino lainnya.


Patternless



Patternless merupakan juga sebutan dari Murphy Patternless yang terkadang disebut juga sebagai Leucistic Leopard Gecko. Petternless adalah morph lain bersifat resesif, Murphy Patternless dikenal karena tidak memiliki pattern (marking) sejak bayi hingga dewasa, dan pada masa masih bayi telah memiliki penampilan yang cukup unik terutama dibagian sekitar bahu dan kepalanya.
Pola warna unik yang dimiliki yaitu dari abu-abu hingga warna kehijauan diseluruh tubuhnya, tetapi sebagian besar juga memiliki ekor ungu keabu-abuan (Purple-Grey Tail).

Patternless Albino


Patternless Albino adalah Leopard Gecko yang menunjukan ciri Patternless yang merupakan salah satu dari tiga strain Albino. Patternless Albino sangat mirip dengan spesimen Patternless, namun hanya memiliki warna kuning pada tubuhnya dan memiliki warna mata albino.
Patternless Albino merupakan hasil mutasi resesif ganda yang telah eksis diantara ketiga strain albino, antara lain Rainwater Albino dan Tremper Albino.

Blizzard



Leopard Gecko ini mirip dengan spesimen Patternless karena kurangnya Marking/Pattern/Banded yang merupakan ciri khas yang biasa terlihat pada lainnya.
Blizzard memiliki warna dari putih hingga keabu-abuan, terkadang terdapat warna kekuning-kuningan pada tubuhnya.
Blizzard tidak memiliki pola warna/Pattern maupun Carrot Tail yang terlihat sejak bayi hingga dewasa.
Blizzard terkadang dapat berubah warna menjadi sedikit agak gelap atau terang, oleh karena itu disebut sebagai "Gecko Mood" oleh beberapa orang.
Blizzard memiliki sifat resesif sebagaimana Albino dan Patternless.

Blazing Blizzard



Blazing Blizzard Terlihat sangat mirip dengan Blizzard, hanya memiliki warna yang lebih putih dibandingkan dengan Blizzard yang cenderung agak gelap/keabu-abuan/kekuning-kuningan.
Blazing Blizzard merupakan Leopard Gecko yang memiliki warna putih solid.

SHTCT-B

Hypomelanistic, Super-Hypo & Baldy adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kurangnya warna totol hitam/pigmen pada tubuh Leopard Gecko yang masuk dalam kategori non-albino, walaupun beberapa tempat mungkin ada seperti pada ekornya, sedikit pada bibir dan kepalanya.
Sedangkan Super-Hypo adalah Hypomelanistic yang benar-benar tidak memiliki/sangat sedikit warna hitam/pigmen pada tubuhnya. Adapun "Baldy" adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan Leopard Gecko yang benar-benar tidak memiliki warna hitam/pigmen di kepala nya, walaupun tidak semua "Baldy" juga Super-Hypo.

Tangerine


"Carrot Tail" & "Carrot Head" menggambarkan posisi warna Orange pada Leopard Gecko.   Leopard Gecko yang disebut Tangerine "Tang" memiliki warna dasar tubuh oranye yang berbeda dengan warna kuning terang khas yang dapat dilihat pada Leopard Gecko normal.
Intensitas warna oranye dapat bervariasi dari jingga-kuning hingga ke merah-merahanan pada beberapa spesimen. Sedangkan "Carrot Tail" adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan bahwa Leopard Gecko yang memiliki warna merah seperti Carrot (Wortel) mulai pangkal ekor hingga ke ujung ekor. Ukuran Carrot Tail sangat bervariasi, dimulai hanya lingkaran tipis pada pangkal ekor hingga melebar ke ujung ekor. Penggunaan istilah "Carrot Tail" biasanya diperuntukkan bagi Leopard Gecko yang memiliki warna Carrot/Wortel pada ekornya, setidaknya sepanjang 1/4 ekor atau 25% dari panjang ekornya diukur sejak pangkal ekor hingga ujung ekor.
“Carrot Head” adalah warna Carrot/Wortel yang terdapat di atas kepala Leopard Gecko dan biasanya eksklusif untuk Tremper Albinos. Semua ciri ini dianggap poligenik atau bersifat khusus.

Hybino



Hybino Leopard Gecko pada dasarnya merupakan hasil penggabungan daripada karakter albino resesif dengan Hypo poligenik serta karakteristik Super-Hypo dengan tujuan untuk menghasilkan Albinos dengan warna kuning solid/padat atau untuk warna orange pada tubuhnya serta Carrot Tail.
Yang mana saat ini oleh sebagian orang disebut sebagai "Sunglow". Hybino dapat diciptakan dari tiga strain Albino, dan dapat bervariasi seperti halnya Hypo dan Super-Hypo.

Line-Breed Snow


Line-Bred Snow adalah Leopard Gecko yang telah diselektif dan dikembangkan bertujuan untuk mengurangi warna tubuh menjadi warna putih atau hampir putih. Line-Bred Super Snow hanya memiliki warna hitam dan putih, tanpa warna kuning yang nyata pada tubuhnya. Line-Bred Snow adalah morph poligenik.

Mack Snow & Super Snow

Mack Snow & Super Snow merupakan co-dominan morphs yang mengurangi atau menghilangkan warna kuning dan oranye yang terlihat pada kebanyakan Leopard Gecko. Mack Snow memiliki warna hitam dan putih, meskipun beberapa spesimen menunjukkan berbagai warna kuning setelah usia dewasa. Mack Super Snow memiliki ciri pada pola yang unik, warna yang sangat kontras antara warna hitam dan putih, kemudian mata nya dengan warna hitam solid. Ciri-ciri ini belum tampak pada baby Leopard Gecko, tetapi biasanya setelah berumur satu bulan atau lebih. Baby Super Snow tampak sama dengan Blizzard. Super Snow memiliki sifat resesif, karena kedua indukan harus gen Mack Snow untuk menghasilkan keturunan Super Snow.
Mack Snow Albino merupakan hasil dari kombinasi salah satu dari tiga jenis albino dengan gen Snow, hal itu terlihat sejak masih baby warna kuning albino seperti layaknya Leopard Gecko Morph lain nya tidak tampak terlihat diganti dengan warna putih, tetapi setelah menginjak dewasa beberapa beberapa warna kuning mulai muncul, sehingga menghasilkan warna pastel Albino.
Mack Super Snow Albino pada dasarnya merupakan salah satu dari tiga jenis Albino. Mereka menunjukkan pola yang sama sebagai Mack Super Snow, tetapi warna pigmen hitam digantikan dengan warna krem atau cokelat. Mack Super Snow Albinos memiliki mata berwarna padat yang sangat gelap seperti pada Tremper dan spesimen Rainwater, dan merah solid pada spesimen Bell Albino.

Combination Morph

Rainwater Red Stripes adalah morph relatif baru yang dihasilkan dari penggabungan Rainwater Albino dengan Red Stripes. Spesimen luar biasa memiliki dua garis-garis orange-merah yang tak terputus mengalir di punggung Leopard Gecko dan ekor penuh garis-garis.

A.P.T.O.R.,   R.A.P.T.O.R. & "Eclipse"

Pada dasarnya tiga variasi morph albino sama-sama Tremper. A.P.T.O.R. (Albino Patternless Tremper Orange), dan R.A.P.T.O.R. (Rubby Eyes Albino Patternless Tremper Orange) menunjukkan spesimen dengan mata merah. Patternles yang mempengaruhi karakter morphs ini tidak kompatibel dengan Murphy Patternles.
Sedangkan "Eclipse" merupakan ciri lain non-Albino dari morph ini dan kadang-kadang dapat menghasilkan "Snake Eyes".   

"Snake Eyes", seperti yang digambarkan di sini adalah Leopard Gecko yang matanya memiliki wilayah hitam solid di iris mereka. Banyak spesimen yang memiliki satu atau kedua matanya setengah mata hitam, sementara yang lain ada yang 1/4 sampai 3/4 bagian mata mereka hitam solid. Genetika di balik sifat ini masih dipelajari, tetapi tampaknya yang paling sering terjadi pada Blizzard dan morphs Raptor. Beberapa peternak juga menghasilkan Leopard Gecko albino dengan "Snake Eyes".